RANGKUMAN BUKU: METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF, CAMPURAN,R&D

 

NAMA                                    : NURUL RAHMI

NIM                                        :  22211019

MATAKULIAH                    : METODOLOGI PENELITIAN

 DOSEN PENGAMPU          : Dr.ISHAK BAGEA S.Pd.,MA

 

RANGKUMAN BUKU

METODE PENELITIAN KUANTITATIF,KUALITATIF,CAMPURAN DAN R&D”

 

 

BAB I

HAKIKAT PENELITIAN

Penelitian dapat di artikan sebagai usaha untuk menemukan,mengembangkan,dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian adalah sebuah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu secara teliti untuk mengetahui sesuatu secara teliti,objektif,dan kritis dalam menemukan fakta-fakta,dengan menggunakan strategi-strategi tertentu. (mulyadi 2010:5) penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan,mengembangkan,menguji kebenaran dan mencari kembali suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.(Bagea & Bakar, 2023)

A.   Penelitian ilmiah dan tidak ilmiah

Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan objektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencari jawaban yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. Tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan konsep atau teori yang telah ada mengenai suatu masalah yang menjadi sasaran kajian atau penelitian.(Bagea & Bakar, 2023)

Penelitian tidak ilmiah mempunyai ciri-ciri dilakukan tidak sistematika dan data yang dikumpulkan bersifat subjektif yang sarat dengan muatan-muatan emosi bahkan politis dan perasaan si peneliti. Penelitian tidak ilmiah biasanya dilakukan oleh orang awam,yaitu orang yang tidak memiliki dasar pengetahuan metodologi penelitian.(Bagea & Bakar, 2023)

Perbedaan penelitian ilmiah dan tidak ilmiah:

·       Penelitian ilmiah: rasional,penelitian di katakan benar apabila dapat diterima dengan akal dan berdasarkan fakta empirik.

·       Penelitian tidak ilmiah:tidak rasional,tidak sesuai dengan akal dan tidak berdasarkan fakta empirik.


B.   Paradigma penelitian

Penelitian kualitatif dibangun dari paradigma filsafat fenomenologik yang dikembangkan pertama kali oleh seorang matematikawan Jerman Edmund Husserl (1850-1938). Menurut Husserl seperti dikutip Creswell (1998:52) filsafat fenomenologik berupaya untuk memahami makna yang sesungguhnya atau suatu pengalaman dan menekankan pada kesadaran yang disengaja (intentionality of consciousness) atas pengalaman, karena pengalaman mengandung penampilan ke luar dan kesadaran di dalam yang berbasis pada ingatan, gambaran dan makna. Paradigma fenomenologik ini tentunya menggunakan rasio atau logika yang oleh penganut positivistik dianggap tidak atau kurang ilmiah, karena penggunaan logika yang seringkali bersifat subjektif.Pendekatan kualitatif menekankan pada makna dan pemahaman dari dalam (verstehen), penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu dan lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.(Bagea & Bakar, 2023)

Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri peneliti sebagai instrumen. Lincoln dan Guba (1985:52) mengemukakan bahwa dalam pendekatan kualitatif peneliti hendaknya memanfaatkan diri sebagai instrumen, karena instrumen nonmanusia sulit digunakan secara luwes untuk menangkap berbagai realitas dan interaksi yang terjadi.

Proses melingkar dalam siklus penelitian kualitatif melalui pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data disarankan untuk terus dilakukan sambil pula menjelajahi literatur yang relevan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Berdasarkan uraian di atas, maka ciri-ciri paradigma penelitian kualitatif dapat disimpulkan yaitu:

1.     Pengalaman

2.     Rasional atau logika

3.     Induktif

4.     Ideografik

5.     Jenis penelitian

6.     Sumber data

7.     Teknik pengumpulan data

8.     Peneliti sebagai instrumen

9.     Penekanan pada proses


C.   Beberapa Cara Menggabungkan Penelitian Dengan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif

1.     Model I: Penelitian Dengan Pendekatan Kualitatif Digunakan Lebih Dulu Untuk Mendukung Pendekatan Kuantitatif.Peneliti dapat melakukan model pertama ini melalui dua tahap sebagai berikut:

a)     Tahap pertama, peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara.

b)    Tahap kedua, yang perlu dilakukan adalah menguji hipotesis yang telah dibuat dengan tujuan apakah ada pengaruh atau hubungan variabel yang mempengaruhi terhadap variabel yang dipengaruhi.

2.    Model II: Penelitian Dengan Pendekatan Kuantitatif Digunakan Lebih Dulu Untuk Mendukung Pendekatan Kualitatif

Peneliti dapat melakukan model kedua ini melalui tahapan berikut yaitu:

a)     Tahap pertama, dalam penelitian, peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner.

b)    Tahap kedua, dari hasil analisis tersebut, peneliti kemudian berusaha memberikan makna yang mendalam terhadap data statistik yang diperoleh melalui instrument wawancara terhadap informan yang mengetahui secara persis obyek penelitian.

3.   Model III: Penelitian Dengan Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif Diberikan Bobot Yang Sama

Model ketiga dapat dilaksanakan melalui dua pendekatan penelitian secara bersamaan, yaitu desain penelitian kuantitatif dan desain penelitian kualitatif. Untuk desain penelitian kuantitatif, instrument pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner. Sedangkan desain penelitian kualitatif menggunakan instrument pengumpulan data dengan cara wawancara.

4.  Model IV: Triangulasi

Model keempat ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai pendekatan pertama dalam penelitiannya, melakukan verifikasi hasil temuan penelitiannya. Dengan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau sebaliknya.

 

 

D.   Judul Penelitian

Judul merupakan gambaran suatu konsep penulisan proposal penelitian yang mencerminkan ide pokok dan masalah yang dijadikan obyek penelitian, serta konsep penelitian. Judul penelitian hendaknya spesifik, mengacu pada variabel atau objek,


singkat, dan padat, namun tetap komunikatif, mengacu pada hakekat penelitian, dan menarik serta layak untuk diteliti.tidak berarti penelitian dilakukan bermula dari judul. Judul penelitian yang baik harus dapat mendeskripsikan masalah yang dibahas dalam penelitian secara menyeluruh. Untuk itu, peneliti hendaknya harus mengetahui cara membuat judul penelitian yang baik.

Pemilihan judul atau topik yang dibahas dalam penelitian didasarkan pada dua hal yaitu:

1.  Pertimbangan Objektif

Pertimbangan objektif memiliki kualitas yaitu nilai penemuan yang tinggi. Masalah yang tercermin pada judul tersebut merupakan masalah yang dapat dirasakan oleh banyak orang pada saat ini. Masalah tersebut bukan pengulangan terhadap penelitian sebelumnya dan memiliki referensi teoritis yang jelas. selain itu, masalah juga dapat dikonsepsikan. Maksudnya yaitu harus ada batasan yang jelas, berbobot dimensi operasional, memiliki sumber data yang jelas, memiliki alat ukur yang jelas, dan dapat menggunakan teknik- teknik analisis yang jelas.

2.  Pertimbangan Subjektif

Pemilihan judul harus dapat menunjukkan kredibilitas peneliti. Maksudnya yaitu sesuai dengan minat peneliti, memiliki kemampuan teoritik yang baik, cukup banyak hasil penelitian sebelumnya tentang masalah tersebut, pertimbangan waktu dan biaya pendukung.

1.  Judul Penelitian Kuantitatif

Judul penelitian kuantitatif, judul yang baik dan benar adalah judul yang secara jelas menunjukkan hubungan kausalitas dari beberapa suku kata yang menjadi satu atau beberapa variabel bebas (simbolnya X dibaca eks) atau antecendent faktor, dan adanya suku kata yang menjadi satu atau beberapa variabel terikat (simbolnya Y dibaca wai atau ye) atau variabel konsekuensi.

2.  Judul Penelitian Kualitatif

Adapun dalam penelitian kualitatif, judul yang baik menunjukkan secara jelas topik penelitian dalam sebuah struktur kalimat tunggal yang substansial, singkat, padat dan jelas inti isi pokok masalah. Apabila diperlukan dapat menyebut tempat dan waktu penelitian. Selain itu, judul harus memiliki bobot dimensi operasional konsep.


E.   Latar Belakang Masalah Penelitian

Latar belakang masalah adalah sesuatu yang menjadi alasan, sehingga kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.Latar belakang masalah atau latar belakang penelitian adalah sub bab pertama yang dibuat oleh peneliti dalam membuat proposal atau hasil penelitian. Penyusunan latar belakang masalah merupakan sebuah tahapan penting yang menjadi entri point dalam melakukan penelitian. Melalui latar belakang masalah, peneliti akan secara jelas menyampaikan pokok masalah penelitian yang menjadi objek penelitiannya.

F.   Identifikasi Masalah Penelitian

Identifikasi masalah adalah upaya memahami masalah dengan melihat detail masalah. Hal ini perlu, oleh karena tugas identifikasi ialah melihat unsur-unsur apa saja yang ada pada suatu masalah.

G.   Pembatasan Masalah Penelitian

Pembatasan masalah merupakan langkah untuk membatasi masalah agar tidak terlalu luas dan lebih fokus. Pertimbangan yang dijadikan alasan untuk membatasi masalah yaitu keterbatasan tenaga, waktu dan biaya yang harus dikeluarkan.

H.   Perumusan Masalah Penelitian

Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat yaitu: (1) perumusan masalah deskriptif (kualitatif), apabila tidak menghubungkan antara fenomena dan, (2) perumusan masalah eksplanatoris (kuantitatif), apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih variabel.

I.   Maksud Dan Tujuan Penelitian

Maksud dari suatu penelitian menunjukkan proses yang harus dilalui atau dikerjakan oleh seorang peneliti agar tujuan dapat tercapai. Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian.

Maksud dan tujuan penelitian seringkali sulit dibedakan. Hal ini karena penggunaan kata "maksud" dan kata "tujuan" sering digunakan bersama-sama, serta dianggap mempunyai makna yang sama. Penurut penulis kata "maksud" bermakna mendahului dan kata "tujuan" mengikuti. Dengan kata lain, "maksud" lebih umum dan "tujuan" lebih khusus.

J.   Kegunaan Atau Manfaat Penelitian


Kegunaan atau manfaat penelitian umumnya dipilah menjadi dua kategori yaitu teoritis atau akademis serta praktis atau lapangan. Kegunaan teoritis atau akademis terkait dengan kontribusi terhadap perkembangan teori dan ilmu pengetahuan, serta dunia akademis. Sementara itu kegunaan praktis atau lapangan berkaitan dengan kontribusi praktis yang diberikan dari penyelenggaraan penelitian terhadap obyek penelitian, baik individu, kelompok, maupun organisasi.

K.   Kajian Pustaka

Kajian pustaka berarti mengkaji pustaka-pustaka yang terkait. Kajian pustaka berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dijadikan bahan acuan atau referensi dalam mengkaji dan menganalisis permasalahan penelitian. Sesuai dengan pengertian tersebut di atas, maka suatu kajian pustaka berfungsi sebagai tuntunan dalam mengkaji masalah penelitian. Semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal, dan memahami tentang teori dan konsep, serta penelitian terdahulu (yang berkaitan erat dengan topik penelitiannya), maka cara meneliti permasalahan yang dihadapinya akan semakin dapat dipertanggungjawabkan.

L.   Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan konstruksi berpikir seorang peneliti yang disintesiskan dari fakta-fakta observasi dan telaah pustaka, yang menumbuhkan gagasan dan mendasari penelitian.

Kerangka pemikiran, peneliti harus menguraikan konsep atau variabel penelitian secara lebih rinci. Peneliti tidak hanya mendefinisikan variabel, tetapi juga menggambarkan hubungan antara konsep atau keterkaitan di antara variabel yang akan diteliti, (Adi, 2004:29).

M.   Hipotesis

Hipotesis merupakan salah satu bentuk konkrit dari jawaban sementara atas rumusan masalah yang diajukan.

Hipotesis adalah suatu pedoman untuk menyelesaikan suatu masalah. Hipotesis merupakan kunci keberhasilan suatu penelitian yang menguji hubungan antarvariabel. Dengan adanya hipotesis, pelaksanaan penelitian diarahkan untuk membenarkan atau menolak hipotesis. Pada umumnya, hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menguraikan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan variabel terikat

N.   Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan sebuah aktivitas merancang penelitian, agar masalah penelitian yang diajukan mampu dijawab dengan cara yang ilmiah dan sesuai dengan


kaidah ilmu pengetahuan. Dalam penelitian pola atau desain penelitian, umumnya dibagi dua, yaitu desain kuantitatif dan desain kualitatif.

O.   Operasionalisasi Variabel

Variabel adalah suatu hal yang menjadi objek penelitian yang mempunyai nilai yang bervariasi. Operasionalisasi variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel penelitian.

Konsep atau variabel merupakan abstraksi dari gejala atau fenomena yang akan diteliti. Konsep merupakan generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama. Dapat pula dikatakan konsep adalah suatu kata atau lambang yang menggambarkan kesamaan- kesamaan dalam berbagai gejala walaupun berbeda, (Adi, 2000:27).

P.   Populasi Dan Sampel

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Sebelum menentukan populasi penelitian, hal penting yang harus dilakukan oleh peneliti adalah menentukan unit analisis. Unit analisis ini terdiri dari subjek atau objek penelitian.

Q.   Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara atau melalui mana peneliti memperoleh data penelitian. Beberapa di antara teknik mengumpulkan data adalah: kuisioner, wawancara, observasi dan dokumentasi.

Pengumpulan data penelitian merupakan salah satu bentuk kegiatan yang harus dilakukan dengan benar.Peneliti harus melakukannya dengan dasar pengetahuan yang baik mengenai teknik pengumpulan data, karena hal ini merupakan salah satu bentuk kegiatan ilmiah.

R.   Data Dan Jenis Data Penelitian

Data merupakan pengorganisasian (penyusunan kembali) keseluruhan informasi yang didapat, baik dari observasi, angket, wawancara, maupun FGD yang telah disusun sedemikian rupa. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, data penelitian dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu data kualitatif (yang berbentuk kata-kata atau kalimat) dan data kuntitatif (yang berbentuk angka).


Kegiatan mencari data adalah salah satu tahapan penting dalam aktivitas penelitian. Data yang dikumpulkan merupakan bahan baku informasi yang diperoleh atau ditemukan di lapangan untuk melakukan analisis, sehingga dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian.

S.   Teknik Analisis Data

Teknik pengumpulan data adalah cara atau melalui mana peneliti memperoleh data penelitian. Beberapa di antara teknik mengumpulkan data adalah kuesioner, wawancara, dan observasi.

Menurut Patton, 1980 (dalam Lexy J. Moleong 2002:103) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Analisis data merupakan proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data, sedangkan yang kedua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian, definisi tersebut dapat disintesiskan menjadi: analisis data proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.


BAB II

Metode penelitian kuantitatif

Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data, serta penulisan hasil-hasil penelitian. Akan tetapi, dalam penelitian survei atau eksperimen kuantitatif, misalnya metode-metode ini muncul lebih spesifik, yang biasanya berhubungan dengan indentifikasi sampel dan populasi, penentuan strategi penelitian, pengumpulan dan analisis data, penyajian hasil peneliti an, penafsiran, dan penulisan hasil penelitian.(Bagea & Bakar, 2023)

 

 

A.   Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. Variabel-variabel ini diukur biasanya dengan instrument-instrumen penelitian sehingga data yag terdiri dari angka- angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik.(Bagea & Bakar, 2023)

B.   Strategi-Strategi Penelitian Kuantitatif

Selama akhir abad XIX dan awal abad XX, strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif selalu melibatkan pandangan dunia post-positivis. Strategi-strategi ini meliputi eksperimen-eksperimen nyata, eksperimen-eksperimen yang kurang rigid yang sering disebut dengan kuasi-eksperimen dan penelitian korelasional, (Campbell & Stanley, 1963), dan eksperimen-eksperimen single-subject, (Cooper, Heron, & Heward, 1987; Neuman & McCormick, 1995).(Bagea & Bakar, 2023)

Pembahasan dalan strategi penelitian kuantitaf ini hanya saya bahas dan fokus pada dua strategi penelitian kuantitatif yaitu survei dan eksperimen:

1.   Penelitian Survei berusaha memaparkan secarakuantitatif kecenderungan, sikap, atau opini dari suatu populasi tertentu dengan meneliti satu sampel dari populasi tersebut. Penelitian ini meliputi studi-studi cross-sectional dan longitudinal yang menggunakan kuesioner atau wawancara terencana dalam pengumpulan data, dengan tujuan untuk menggeneralisasi populasi berdasarkan sampel yang sudah ditentukan, (Babbie, 1990).

2.   Penelitian Eksperimen berusaha menentukan apakah suatu treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok (sering disebut kelompok treatment, penj.) dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain (sering disebut kelompok kontrol, penj.), lalu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir.


BAB III

Metode penelitian kualitatif

A.   Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah metode mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah peneliti atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah-masalah sosial atau kemanusiaan. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif artinya menganalisis data dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum dalam menafsirkan makna data-data yang ditemukan di lapangan.(Bagea & Bakar, 2023)

B.   Strategi-Strategi Penelitian Kualitatif

Cara-cara yang memadai di dalam melakukan penelitian kualitatif yaitu: Etnografi, Grounded Theory, Studi Kasus, Fenomenologi, Naratif :

1.     Etnografi adalah salah satu strategi penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam pengumpulan data utama, data observasi, dan data wawancara, (Creswell, 2007b). Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespon kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan, (LeCompte & Schensul, 1999).

2.     Grounded Theory adalah strategi penelitian yang di dalamnya peneliti "memproduksi" teori umum dan abstrak dari suatu proses, aksi, atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan. Rancangan ini mengharuskan peneliti untuk menjalani sejumlah tahap pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang diperoleh, (Charmaz, 2006; Strauss dan Corbin, 1990, 1998). Rancangan ini memiliki dua karakteristik utama, yaitu: (1) perbandingan yang konstan antara data dan kategori- kategori yang muncul, (2) pengambilan contoh secara teoretis (theoretical sampling) atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi.

3.     Studi Kasus adalah strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus- kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan, (Stake, 1995).

4.     Fenomenologi adalah strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti mengindentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. Memahami pengalaman pengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah


subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna, (Moustakas, 1994). Dalam proses ini, peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar ia dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang ia teliti, (Nieswiadomy, 1993).

5.     Naratif adalah strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. Di akhir tahap penelitian, peneliti harus menggambungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri, (Clandinin & Connelly, 2000).


BAB IV

PENELITIAN METODE CAMPURAN

 

 

A.   Penelitian Metode Campuran

Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Pendekatan ini melibatkan asumsi- asumsi filosofis, aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dan campuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian.(Bagea & Bakar, 2023)

B.   Strategi-Strategi Metode Campuran

Strategi-strategi metode campuran sebenarnya kurang populer di banding dua strategi sebelumnya (kuantitatif dan kualitatif). Konsep untuk "mencampur metode- metode yang berbeda" ini pada hakikatnya muncul pada 1959 ketika

Secara khusus, ada tiga strategi metode campuran dan sejumlah variasinya yang akan diilustrasikan dalam buku ini:

1.     Strategi Metode Campuran Sekuensial bertahap merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti berusaha menggambungkan atau memperluas penemuan penemuannya yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan- penemuannya dari metode yang lain. metode sampel survey untuk memadai, lalu diikuti dengan kuantitatif dengan sejumlah memperoleh hasil umum dari suatu populasi. Jika tidak, penelitian ini dapat dimulai dari metode kuantitatif terlebih dahulu dengan menguji suatu teori atau konsep tertentu, kemudian diikuti dengan metode kualitatif dengan mengesplorasi sejumlah kasus dan individu.

2.     Strategi Metode Campuran Konkruen atau satu waktu merupakan prosedur- prosedur di mana di dalamnya peneliti mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisis komprehensif atas masalah penelitian. Dalam strategi ini, peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu, kemudian menggambungkannya menjadi satu informasi dalam interpretasi hasil keseluruhan.

3.     Prosedur Metode Campuran Transformatif merupakan prosedur-prosedur di mana di dalamnya peneliti menggunakan kacamata teoretis sebagai perspektif yang di dalamnya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif


BAB V

METODE PENELITIAN R & D

 

 

A.   Konsep Dan Pengertian Metode Penelitian R & D

Metode R & D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode R & D penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development.Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam, Farmasi, Kedokteran, Teknik, dan lain-lain. Hampir semua produk teknologi seperti alat- alat elektronik, kendaraan bermotor, pesawat terbang, kapal laut, senjata, obat-obatan, alat-alat kedokteran, bangunan pencakar langit dan alat-alat rumah tangga yang moderen diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan.(Bagea & Bakar, 2023)

B.   Langkah-Langkah Penelitian Dan Pengembangan

Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang harus dipahami dan dikuasai oleh peneliti dan mahasiswa

yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data (mengumpulkan informasi),

(3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, (10) pembuatan produk masal.

C.   Mengumpulkan Informasi atau Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah dapat dijelaskan secara fakta dan uptode, maka langkah selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi atau data yang dapat. digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang akan dicapai.

D.   Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi di sini


Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. Dalam bidang teknik, desain produk harus dilengkapi dengan penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat setiap komponen pada produk tersebut, ukuran dan toleransinya, alat yang digunakan untuk mengerjakan, serta langkah-langkah prosedur kerja. Dalam produk yang berupa system, perlu dijelaskan mekanisme penggunaan sistem tersebut, cara kerja, serta kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangannya.

E.   Perbaikan Desain

Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengar pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang akan menghasilkan produk tersebut.

 

 

F.   Uji Coba Produk

Seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu, kalau dalam bidang teknik, desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dulu, tetapi harus dibuat terlebih dulu, menghasilkan barang, dan barang tersebut yang diuji coba. Misalnya desain mesin pengolah sampah, setelah divalidasi dan direvisi, maka selanjutnya mesin tersebut dapat dibuat dalam bentuk prototype. Prototype inilah yang selanjutnya diuji coba.

G.   Revisi Produk

Pengujian produk pada sampel yang terbatas menunjukan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan pada tempat kerja yang lebih luas di mana sampel tersebut diambil, atau diberlakukan pada tempat kerja yang sesungguhnya. Namun dari hasil pengujian bahwa kenyamanan pegawai dalam menggunakan sistem tersebut baru mendapatkan nilai 60% dari yang diharapkan.

Pengujian sistem dengan pengumpulan data melalui kuisioner dipandang kurang akurat, maka dalam kenyataan pengujian kecepatan kerja dan produktivitas kerja tidak menggunakan kuesioner, tetapi melalui pengamatan dengan instrumen yang valid dan reliabel.

H.   Ujicoba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja


baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

 

 

I.   Revisi Produk

Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam pemakaian kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelemahan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.Perusahaan kendaraan bermotor, pesawat terbang dan teknologi yang lain selalu mengevaluasi kinerja produknya di lapangan, untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan dan pembuatan produk baru lagi.

 

 

J.   Pembuatan Produk Masal

Pembuatan produk secara besar-besaran atau secara masal dilakukan apabila produk yang telah diujicobakan dinyatakan layak dan efektif untuk diproduksi masal. Misalnya: pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat. Akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan lingkungan memenuhi. Untuk dapat memproduksi masal, maka peneliti perlu bekerjasama dengan perusahaan.

 

 

1.  Laporan Penelitian R & D

Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development, R & D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru, dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut, di buat dalam buku tersendiri, dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba, serta cara menggunakan produk tersebut.

 

 

Sistematika laporan penelitian R & D adalah sebagai berikut:

 

 

HALAMAN JUDUL ABSTRAK


ΚΑΤΑ PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

B.   Rumusan Masalah

C.   Tujuan

D.   Manfaat

BAB    II    LANDASAN    TEORI,    KERANGKA            BERPIKIR              DAN        PENGAJUAN HIPOTESIS

A.   Deskripsi Teori

B.   Kerangka Berpikir

C.   Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PROSEDUR PENELITIAN

A.   Langkah-Langkah Penelitian

B.   Metode Penelitian Tahap 1

1.  Populasi Sampel Sumber Data

2.  Teknik Pengumpulan Data

3.  Instrumen Penelitian

4.  Analisis Data

5.  Perencanaan Desain Produk

6.  Validasi Desain


C.   Metode Penelitian Tahap II

1.  Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji

2.  Populasi dan Sampel

3.  Teknik Pengumpulan Data

4.  Instrumen Penelitian

5.  Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.   Desain Awal Produk (Gambar dan Penjelasan)

B.   Hasil Pengujian Pertama

C.   Revisi Produk (Gambar setelah direvisi)

D.   Hasil Pengujian Tahap II

E.   Revisi Produk (Gambar setelah direvisi

F.   Pengujian Tahap k III (bila perlu)

G.   Penyempurnaan Produk (gambar terakhir)

H.   Pembahasan Produk

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN PENGGUNAANNYA

A.   Kesimpulan

B.   Saran Penggunaannya DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA

LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNY


BUKTI SITASI DAN KUTIP SITASI

KUTIP

Bagea, I., & Bakar, A. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Campuran R & D. Azka Pustaka.

Komentar